728x90 AdSpace

  • Latest News

    Film Mutiara dari Toba, Kisah Cinta, Persahabatan, dan Danau Toba

    Film Mutiara Dari Toba

    Mutiara Dari Toba (MDT) berawal dari ide tiga orang pelaku di balik layar film ini, Alora-Penulis, William Atapary-Produser-sutradara, dan Amirullah Harahap-Manager produksi. Mereka bertiga ingin membuat sebuah suguhan menarik khas batak untuk masyarakat Sumut khususnya, yang dikemas dalam seni film. Suguhan menarik tidak hanya dari bagian-bagian tertentu saja, melainkan menampilkan semua sajian menarik dalam satu paket. Danau Toba menjadi pilihan mereka karena selain merupakan sarang dari budaya batak, sejuta keindahan alam yang sangat luar biasa terpampang di depan mata. Siapa yang tidak akan mengagumi Danau Toba ? Jawabannya tidak ada. Lihat lah, bagaimana mungkin air jernih dan bukit-bukit hijau serta kicauan burung tidak dapat meneduhkan hati? tapi itu dulu, dulu sekali. Dulu Danau Toba seakan menjadi primadona bagi siapa saja yang datang mengunjungi Sumut. Pesona nya memancar ke seluruh dunia. Angin danau, ikan danau, kapal feri, tempat penginapan dan keramahan penduduk seolah-olah menghipnotis masyarakat dunia untuk datang berbondong-bondong ke Danau Toba. Tapi sekarang keramahan yang menjadi modal utama seakan luntur. Jika tidak ada uang maka pengunjung tak akan bisa membeli keramahan mereka. Sadar akan keindahan Danau Toba pun rasanya tidak lagi ada seperti kakek buyut mereka dulu. 

    Memang sekarang banyak organisasi yang ada sekarang bertujuan untuk meningkatkan pasriwisata Toba.Yang paling terkenal adalah organisasi Save Lake Toba. Organisasi terdiri atas berbagai kalangan, dan profesi ini selalu mengelu-elukan Danau Toba lewat berbagai kebijakan program kerja mereka. Sang penulis pernah bertemu dengan salah seorang anggota Save Lake Toba, sebut saja namanya Dina. Dina bercerita mengenai pengalamannya dengan anggota lainnya saat melakukan perjalanan panjang di sekitar Danau Toba dengan jalan kaki untuk memungut sampah di jalan-jalan. Ironisnya, ada penduduk yang bukannya membantu kegiatan tersebut melainkan menitipkan sampahnya pada Dina dan kawan-kawan. Tidak hanya itu penulis juga pernah mendapat cerita dari temannya bahwa ada pendduduk asli Toba membuang sampah bekas bungkus nasi ke danau saat berada di atas kapal feri. Miris, bahkan bisa dibilang tragis karena penduduk asli Toba seakan tak punya hati untuk disumbangkan demi Danau Toba. Berangkat dari hal ini lah, Cinema Club Films mencoba membangun pertahanan pariwisata Danau Toba lewat seni film. Uang dan tenaga yang dikeluarkan tak seberapa jika dibandingkan dengan kembalinya pesona Danau Toba.Flm ini pun akhirnya terwujud, Lewat partisipasi beberapa anak Medan yang memliki mimpi yang sama dalam memajukan dunia pariwisata Danau Toba lewat seni fllm. 

    Kenapa Mutiara Dari Toba? 
    Judul ini sebenarnya tidak langsung tim dapatkan begitu saja. Beberapa judul sebelumnya turut berkeliling ria di kepala tim. Saat terbayang Danau Toba, yang ada adalah rasa kemegahan menyeruak disetiap semilir angin. Terselip pikiran nakal, apa mungkin Danau yang tenang bisa menghasilkan benda berharga seperti Mutiara? Rasanya sedikit mustahil tapi jika tuhan berkehendak apa yang tidak mungkin. Ya, yang dimaksud dengan mutiara adalah mengibaratkan pesona toba. Diharapkan toba bisa kembali berkilau layaknya mutiara yang harus terus digosok. Maksudnya, semua pihak dimulai dari penduduk asli Toba dan pemerintah turut membangun pariwisata Danau Toba agar pesonanya berkilau seperti mutiara. 

    Tujuan Film Mutiara Dari Toba 
     “Menumbuh kembangkan sadar wisata Sumatera Utara” 

    Sinopsis 
    Mutiara Dari Toba Berawal dari seorang gadis asli Samosir (MARIANA) yang membantu Dua orang mahasiswi semester akhir (KATRIN dan AMEL) dari Medan yang sedang melakukan penelitian mengenai “Pesona Sumatera Utara”. Penelitian ini dibuat sebagai pra syarat pengajuan skripsi. Dua orang mahasiswi tersebut kehilangan tas nya saat menyeberang dari Parapat ke Samosir. Alhasil mereka pun tidak ada uang selama di Samosir. Beruntung MARIANA sangat baik memepersilahkan KATRIN dan AMEL tinggal di rumahnya secara gratis. Di Samosir KATRIN dan AMEL dikenalkan pada seorang Mantri (BONAR) yang semenjak kedatangan seorang Dokter muda (JAMES) menjadi tersingkirkan. Sejak pertemuan itu BONAR jatuh cinta pada KATRIN. Tapi sayang, cintanya bertepuk sebelah tangan. KATRIN jatuh cinta pada JAMES, begitu pun sebaliknya. Ditengah keterpurukan seorang mantri yang sudah tidak dipercaya lagi oleh masyarakat akibat kedatangan JAMES tak membuat BONAR mengeluh, malah ia berniat menyatakan cinta nya pada KATRIN. Namun sungguh malang, ketika akan menyatakan cinta pada KATRIN sebuah pemandangan tak mengenakan terpampang di depan matanya, segera lah dia patah hati. saat itu BONAR melihat JAMES sedang menyatakan cinta pada KATRIN. Tapi sebenarnya KATRIN menolak cinta JAMES karena menjaga perasaan MARIANA yang suka pada JAMES sejak kecil. JAMES, KATRIN dan BONAR pun patah hati. persoalan lain muncul ketika seorang wanita pengusaha property (CINTA) dari Jakarta berniat membeli salah satu desa di SAMOSIR. Seorang pengendara speedboat (MIKE) menjadi guide CINTA selama di Samosir. Tanpa sengaja CINTA dan MIKE bertemu JAMES, MARIANA, KATRIN, AMEL, BONAR yang tengah membicarakan rencana meningkatkan pariwisata di Danau Toba. . 

    Crew 
    Seluruh Crew merupakan asli anak Medan. 
    • Produser : Wiliam Atapary 
    • Manager Produksi : Amirullah Harahap 
    • Sutradara : Wiliam Atapary 
    • Penulis : Alora 
    • Cameramen : Zack dan Fadli 
    • Lighting : Tyo 
    • Sound : Chadri 
    • Art Design : Antonius Naibaho 
    • Make Up Artist : Lufi 
    • DOP : Alm.Dony Sanjaya dan Gondang 

    Pemain 
    Seluruh pemain merupakan putera puteri Sumatera Utara. 
    • James : Rimbun Nadeak 
    • Katrin : Anggi Rahma Ulfha 
    • Mariana : Frisna mariana Panjaitan 
    • Bonar : Daniel Sianturi 
    • Amel : Amalia Siregar 
    • Cinta : Novida 
    • Mike : Robby Comando 

    Info Distribusi 
    DVD MDT dana Untuk wilayah Medan DVD bisa didapatkan di Cinema Station jalan Dr.Mansyur dan di berbagai tempat penjualan kaset seperti di pajak sore JALAN Dr. Mansyur, daerah belawan, dan jalan Kapten Muslim. Untuk wilayah luar kota Medan tapi masih dalam provinsi Sumut, DVD bisa didapatkan di dermaga penyeberangan mobil Tomok, balige,pangururan, Kisaran dan Rantau Prapat. Untuk di luar provinsi Sumut namun masih di pulau Sumatera, DVD bisa di dapatkan di Riau, Padang, Jambi, dan Palembang. Sedangkan untuk pulau Jawa, DVD MDT baru tersedia di Pasar Glodok di toko kaset yang mejual kaset khas batak.

    Harga DVD MDT Rp 25.000 dalam bentuk eceran, namun jika ada yang bermiat mengambil dalam bentuk grosir tentu harga tidak disamakan. Untuk keteranaganl ebih lanjut baik dalam info pemesanan bisa menghubungi Amirullah Harahap di nomor 081260186139.

    Berikut ini trailer dari Film Mutiara Dari Toba
    Sumber Foto Danau Toba : worldfortravel.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 Comment:

    Poskan Komentar

    Item Reviewed: Film Mutiara dari Toba, Kisah Cinta, Persahabatan, dan Danau Toba Rating: 5 Reviewed By: Generasi Muda Batak
    Scroll to Top